{"id":185,"date":"2026-08-01T03:20:26","date_gmt":"2026-07-31T20:20:26","guid":{"rendered":"https:\/\/line-family.info\/?p=185"},"modified":"2026-08-01T03:20:26","modified_gmt":"2026-07-31T20:20:26","slug":"demam-buku-interaktif-sensory-reading-di-jakarta-tren-literasi-yang-bikin-mata-lega-agustus-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/line-family.info\/?p=185","title":{"rendered":"Demam Buku Interaktif &#8216;Sensory Reading&#8217; di Jakarta: Tren Literasi yang Bikin Mata Lega Agustus 2026"},"content":{"rendered":"<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">Pernah nggak sih, kamu pengen baca buku tapi mata udah capek banget abis seharian ngejar layar? Atau lebih parahnya, kamu udah beli buku baru, tapi cuma bisa bacain 3 halaman sebelum akhirnya scroll medsos lagi?<\/span><\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">Gue banget. Dan kayaknya banyak dari kita yang ngalamin hal yang sama. Di Jakarta yang serba digital ini, screen fatigue itu nyata. Tapi Agustus 2026 ini ada angin segar buat para pencinta buku. Sebuah tren yang bikin aktivitas membaca jadi sensori total:\u00a0<\/span><strong><span class=\"\">sensory reading<\/span><\/strong><span class=\"\">. Nggak cuma baca, tapi juga nyium, ngerasain, bahkan dengerin bukunya.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"\">Sensory Reading Bukan Sekadar Tren, Ini Kebutuhan<\/span><\/h2>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">Sensory reading secara ilmiah didefinisikan sebagai aktivitas membaca yang melibatkan semua enam indra manusia\u2014penglihatan, pendengaran, sentuhan, pengecapan, penciuman, dan proprioception (kesadaran akan posisi tubuh)\u00a0<\/span><span class=\"\">. Intinya, buku nggak cuma dilihat, tapi juga dirasakan secara fisik.<\/span><\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">Fenomena ini muncul sebagai respons atas kelelahan layar yang makin melanda. Riset menunjukkan bahwa rata-rata orang menghabiskan 6-9 jam per hari di depan layar\u00a0<\/span><span class=\"\">. Akibatnya? Mata pegel, kepala pusing, susah tidur, dan yang paling parah: konsentrasi buyar\u00a0<\/span><span class=\"\">. Siapa yang nggak kenal &#8220;reading rut&#8221; alias fase di mana kita pengen baca tapi otak kayak nggak bisa fokus?<\/span><\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">Penelitian dari University of Florida dan University College London bahkan menemukan bahwa membaca untuk kesenangan di Amerika Serikat turun lebih dari 40% dalam 20 tahun terakhir\u00a0<\/span><span class=\"\">. Ini bukan cuma masalah kebiasaan, ini masalah neurologis. Otak kita udah terlatih buat dapet dopamine instan dari notifikasi dan scrolling, jadi baca buku yang butuh fokus berasa &#8220;boring&#8221;\u00a0<\/span><span class=\"\">.<\/span><\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">Nah, di sinilah sensory reading masuk sebagai penyelamat.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"\">Inovasi Buku Interaktif yang Lagi Hits<\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"\">1. Gulali Books\u2014Buku Anti Air yang Berubah Warna<\/span><\/h3>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">Ini yang paling gila. Start-up lokal ini bikin buku anak yang bisa dibawa ke kamar mandi dan dicelupin ke air! Awalnya hitam putih, tapi pas kena air, warnanya keluar. Anak-anak bisa ngerasain sensasi &#8220;membaca sambil main&#8221;\u00a0<\/span><span class=\"\">.<\/span><\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">Mereka juga punya buku bersuara yang mengenalkan kosakata dan lagu daerah Indonesia. Pendekatannya menggabungkan teknologi dengan desain psikologis buat ngerangsang minat baca sejak dini. Dan ini bukan iseng: omzet mereka udah tembus Rp2,5 miliar dan ditarget Rp4 miliar di tahun ini\u00a0<\/span><span class=\"\">. Artinya, pasar buat buku sensori ini gede banget.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"\">2. Buku Sensori Hewan\u2014Belajar Lewat Tekstur<\/span><\/h3>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">Bayangin buku yang nggak cuma nunjukin gambar gajah, tapi kamu juga bisa ngerasain tekstur kulit gajah yang kasar. Itulah yang ditawarkan oleh buku sensori hewan yang lagi populer. Dengan dua bahasa (Indonesia dan Inggris), buku ini ngebantu anak-anak belajar kata baru sambil ngembangin motorik halus\u00a0<\/span><span class=\"\">. Kombinasi visual dan sentuhan bikin daya ingat lebih kuat, dan yang penting: ini ngurangin ketergantungan pada layar gadget\u00a0<\/span><span class=\"\">.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"\">3. Big Bad Wolf\u2014Ekspansi Buku Interaktif 2026<\/span><\/h3>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">Big Bad Wolf (BBW) Books Indonesia mencatat peningkatan minat baca yang signifikan, terutama di segmen anak-anak. Buku internasional kayak\u00a0<\/span><em><span class=\"\">sound book<\/span><\/em><span class=\"\">,\u00a0<\/span><em><span class=\"\">touch and feel book<\/span><\/em><span class=\"\">, dan\u00a0<\/span><em><span class=\"\">pop-up book<\/span><\/em><span class=\"\">\u00a0makin diminati karena dianggap ngasih pengalaman belajar lebih interaktif dan fokus dibanding gadget\u00a0<\/span><span class=\"\">.<\/span><\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">BBW bahkan menargetkan 2026 sebagai tonggak baru literasi Indonesia dengan 5 juta buku baru dan ekspansi ke lebih banyak daerah\u00a0<\/span><span class=\"\">. Ini bukan cuma jualan buku, tapi gerakan literasi yang inklusif.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"\">Kenapa Ini Penting Buat Kita?<\/span><\/h2>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">Buat pekerja urban yang setiap hari matanya direntang dari layar laptop ke ponsel, sensory reading adalah napas segar. Buku fisik yang interaktif ngasih pengalaman yang nggak bisa digantikan oleh e-book atau audiobook\u00a0<\/span><span class=\"\">.<\/span><\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">Para psikolog menjelaskan bahwa kelelahan membaca ini bukan cuma soal mata, tapi juga soal otak yang kelelahan karena terus-menerus memproses informasi digital. Platform kayak Instagram atau TikTok ngasih hadiah instan (dopamin), sementara baca buku butuh usaha lebih. Tapi justru di situlah gunanya: buat melatih kembali otak kita buat fokus\u00a0<\/span><span class=\"\">.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"\">Tips Praktis: Mulai Sensory Reading dari Sekarang<\/span><\/h2>\n<ol start=\"1\">\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong><span class=\"\">Mulai dengan buku yang &#8220;berasa&#8221;<\/span><\/strong><span class=\"\">. Cari buku dengan tekstur, aroma, atau elemen interaktif. Kalo nggak ada, setidaknya pilih buku fisik yang enak dipegang dan kertasnya wangi.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong><span class=\"\">Ciptakan ritual membaca<\/span><\/strong><span class=\"\">. Matikan notifikasi, taruh ponsel di ruangan lain, dan fokus sama buku. Penelitian nunjukkin, kehadiran ponsel aja udah mengurangi kapasitas kognitif\u00a0<\/span><span class=\"\">.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong><span class=\"\">Baca dengan semua indra<\/span><\/strong><span class=\"\">. Perhatikan baunya, rasakan tekstur kertasnya, baca keras-keras, atau diskusikan dengan temen. Ini bantu memperkuat memori dan bikin pengalaman membaca lebih berkesan\u00a0<\/span><span class=\"\">.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong><span class=\"\">Jangan paksa diri<\/span><\/strong><span class=\"\">. Kalo otak lagi nggak bisa fokus, baca puisi, esai, atau komik. Yang penting tetap jaga koneksi dengan kata-kata\u00a0<\/span><span class=\"\">.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"\">Kesalahan Umum yang Sering Dilakuin<\/span><\/h2>\n<ol start=\"1\">\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong><span class=\"\">&#8220;Aku harus baca buku tebal biar keren.&#8221;<\/span><\/strong><span class=\"\">\u00a0Nggak. Buku yang nggak selesai cuma bikin frustasi. Baca yang kamu sanggup.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong><span class=\"\">&#8220;E-book lebih praktis.&#8221;<\/span><\/strong><span class=\"\">\u00a0Mungkin, tapi kalo tujuanmu detoks layar, buku fisik jelas lebih baik. Nggak ada blue light, nggak ada notifikasi.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong><span class=\"\">&#8220;Aku nggak punya waktu.&#8221;<\/span><\/strong><span class=\"\">\u00a0Padahal waktu scrolling medsos 30 menit sehari bisa dialihin buat baca 10 halaman. It&#8217;s about priority\u00a0<\/span><span class=\"\">.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"\">Masa Depan Literasi di Jakarta<\/span><\/h2>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">Pemerintah juga serius ngembangin literasi. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta menargetkan 3.003 titik baca pada 2026, dari 2.403 titik di 2025\u00a0<\/span><span class=\"\">. Ada juga lomba menulis dan pemilihan Duta Baca Jakarta Pusat 2026 buat ngedorong minat baca generasi muda\u00a0<\/span><span class=\"\">.<\/span><\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">Tapi tren sensory reading ini menunjukkan bahwa meningkatkan minat baca nggak cukup cuma dengan nyediain buku. Kita butuh pengalaman membaca yang lebih kaya, lebih nyata, dan lebih manusiawi. Inilah kenapa buku interaktif berbasis sensori jadi tren Agustus 2026.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"\">Jadi, Ini Cuma Tren atau Gaya Hidup?<\/span><\/h2>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">Buah gue, ini lebih dari sekadar tren. Ini adalah respons alami dari tubuh dan pikiran kita yang udah kelelahan sama layar. Sensory reading bukan cuma tentang membaca, tapi tentang\u00a0<\/span><strong><span class=\"\">kembali ke pengalaman yang lebih nyata<\/span><\/strong><span class=\"\">. Tentang menghirup aroma kertas, merasakan tekstur halaman, dan mendengar suara balik halaman. Hal-hal kecil yang bikin kita merasa hidup.<\/span><\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><span class=\"\">Di tengah Jakarta yang serba cepat dan digital, mungkin inilah yang kita butuhkan: jeda. Jeda buat menyentuh sesuatu yang nyata, membaca kata-kata yang bermakna, dan merasakan bahwa literasi itu bukan beban, tapi kesenangan.<\/span><\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong><span class=\"\">P.S.<\/span><\/strong><span class=\"\">\u00a0Besok, coba deh ambil buku fisik yang udah berdebu di rak. Taruh ponsel di ruang lain, hirup baunya, dan baca satu bab. Rasain bedanya. Mungkin itu awal dari kecanduan baru: kecanduan membaca yang bikin mata lega dan hati tenang.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah nggak sih, kamu pengen baca buku tapi mata udah capek banget abis seharian ngejar layar? Atau lebih parahnya, kamu udah beli buku baru, tapi cuma bisa bacain 3 halaman sebelum akhirnya scroll medsos lagi? Gue banget. Dan kayaknya banyak dari kita yang ngalamin hal yang sama. Di Jakarta yang serba digital ini, screen fatigue &hellip; <a href=\"https:\/\/line-family.info\/?p=185\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Demam Buku Interaktif &#8216;Sensory Reading&#8217; di Jakarta: Tren Literasi yang Bikin Mata Lega Agustus 2026<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":186,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-185","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Demam Buku Interaktif &#039;Sensory Reading&#039; di Jakarta: Tren Literasi yang Bikin Mata Lega Agustus 2026 - line-family<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/line-family.info\/?p=185\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Demam Buku Interaktif &#039;Sensory Reading&#039; di Jakarta: Tren Literasi yang Bikin Mata Lega Agustus 2026 - line-family\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pernah nggak sih, kamu pengen baca buku tapi mata udah capek banget abis seharian ngejar layar? Atau lebih parahnya, kamu udah beli buku baru, tapi cuma bisa bacain 3 halaman sebelum akhirnya scroll medsos lagi? Gue banget. Dan kayaknya banyak dari kita yang ngalamin hal yang sama. Di Jakarta yang serba digital ini, screen fatigue &hellip; Lanjutkan membaca Demam Buku Interaktif &#8216;Sensory Reading&#8217; di Jakarta: Tren Literasi yang Bikin Mata Lega Agustus 2026\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/line-family.info\/?p=185\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"line-family\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-31T20:20:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/line-family.info\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/its_foto.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"872\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"1NTPb2mL\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1NTPb2mL\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/line-family.info\/?p=185\",\"url\":\"https:\/\/line-family.info\/?p=185\",\"name\":\"Demam Buku Interaktif 'Sensory Reading' di Jakarta: Tren Literasi yang Bikin Mata Lega Agustus 2026 - line-family\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/line-family.info\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/line-family.info\/?p=185#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/line-family.info\/?p=185#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/line-family.info\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/its_foto.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-31T20:20:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/line-family.info\/#\/schema\/person\/2504d740042a032e8c6a4e97432bb758\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/line-family.info\/?p=185#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/line-family.info\/?p=185\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/line-family.info\/?p=185#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/line-family.info\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/its_foto.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/line-family.info\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/its_foto.jpg\",\"width\":1280,\"height\":872,\"caption\":\"Demam Buku Interaktif 'Sensory Reading' di Jakarta: Tren Literasi yang Bikin Mata Lega Agustus 2026\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/line-family.info\/?p=185#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/line-family.info\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Demam Buku Interaktif &#8216;Sensory Reading&#8217; di Jakarta: Tren Literasi yang Bikin Mata Lega Agustus 2026\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/line-family.info\/#website\",\"url\":\"https:\/\/line-family.info\/\",\"name\":\"line-family\",\"description\":\"Rekomendasi dan Review Buku\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/line-family.info\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/line-family.info\/#\/schema\/person\/2504d740042a032e8c6a4e97432bb758\",\"name\":\"1NTPb2mL\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/line-family.info\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6875c375d2b31c209f3ccaab2206400b6e1f9201b34d763c1f072c200633dade?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6875c375d2b31c209f3ccaab2206400b6e1f9201b34d763c1f072c200633dade?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"1NTPb2mL\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/line-family.info\"],\"url\":\"https:\/\/line-family.info\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Demam Buku Interaktif 'Sensory Reading' di Jakarta: Tren Literasi yang Bikin Mata Lega Agustus 2026 - line-family","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/line-family.info\/?p=185","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Demam Buku Interaktif 'Sensory Reading' di Jakarta: Tren Literasi yang Bikin Mata Lega Agustus 2026 - line-family","og_description":"Pernah nggak sih, kamu pengen baca buku tapi mata udah capek banget abis seharian ngejar layar? Atau lebih parahnya, kamu udah beli buku baru, tapi cuma bisa bacain 3 halaman sebelum akhirnya scroll medsos lagi? Gue banget. Dan kayaknya banyak dari kita yang ngalamin hal yang sama. Di Jakarta yang serba digital ini, screen fatigue &hellip; Lanjutkan membaca Demam Buku Interaktif &#8216;Sensory Reading&#8217; di Jakarta: Tren Literasi yang Bikin Mata Lega Agustus 2026","og_url":"https:\/\/line-family.info\/?p=185","og_site_name":"line-family","article_published_time":"2026-07-31T20:20:26+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":872,"url":"http:\/\/line-family.info\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/its_foto.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"1NTPb2mL","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"1NTPb2mL","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/line-family.info\/?p=185","url":"https:\/\/line-family.info\/?p=185","name":"Demam Buku Interaktif 'Sensory Reading' di Jakarta: Tren Literasi yang Bikin Mata Lega Agustus 2026 - line-family","isPartOf":{"@id":"https:\/\/line-family.info\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/line-family.info\/?p=185#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/line-family.info\/?p=185#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/line-family.info\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/its_foto.jpg","datePublished":"2026-07-31T20:20:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/line-family.info\/#\/schema\/person\/2504d740042a032e8c6a4e97432bb758"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/line-family.info\/?p=185#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/line-family.info\/?p=185"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/line-family.info\/?p=185#primaryimage","url":"https:\/\/line-family.info\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/its_foto.jpg","contentUrl":"https:\/\/line-family.info\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/its_foto.jpg","width":1280,"height":872,"caption":"Demam Buku Interaktif 'Sensory Reading' di Jakarta: Tren Literasi yang Bikin Mata Lega Agustus 2026"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/line-family.info\/?p=185#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/line-family.info\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Demam Buku Interaktif &#8216;Sensory Reading&#8217; di Jakarta: Tren Literasi yang Bikin Mata Lega Agustus 2026"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/line-family.info\/#website","url":"https:\/\/line-family.info\/","name":"line-family","description":"Rekomendasi dan Review Buku","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/line-family.info\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/line-family.info\/#\/schema\/person\/2504d740042a032e8c6a4e97432bb758","name":"1NTPb2mL","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/line-family.info\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6875c375d2b31c209f3ccaab2206400b6e1f9201b34d763c1f072c200633dade?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6875c375d2b31c209f3ccaab2206400b6e1f9201b34d763c1f072c200633dade?s=96&d=mm&r=g","caption":"1NTPb2mL"},"sameAs":["http:\/\/line-family.info"],"url":"https:\/\/line-family.info\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/line-family.info\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/line-family.info\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/line-family.info\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/line-family.info\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/line-family.info\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=185"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/line-family.info\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":187,"href":"https:\/\/line-family.info\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/185\/revisions\/187"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/line-family.info\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/line-family.info\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/line-family.info\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/line-family.info\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}